MTs Al-Ukhuwah Batam Panen Kangkung, Padukan Cinta Alam dan Ekoteologi
Humas Madrasah | 26 September 2026 | Dibaca 23 kali |

BATAM --- MTs Al-Ukhuwah Batam terus mengembangkan pembelajaran yang menghubungkan pengetahuan, karakter, dan kepedulian terhadap lingkungan. Melalui program Madrasah Hijau, siswa mengikuti kegiatan kokurikuler berupa panen kangkung yang ditanam dan dirawat dengan memanfaatkan lahan di lingkungan madrasah, Jumat (25/9/2026).

Kegiatan yang dikoordinasikan oleh Ustadz Supriadi, S.Ag. tersebut tidak hanya menjadi aktivitas bercocok tanam, tetapi juga menjadi bagian dari upaya madrasah menghadirkan pembelajaran kontekstual. Siswa belajar secara langsung melalui proses menanam, merawat, mengamati pertumbuhan, hingga memanen tanaman.

Pemanfaatan lahan madrasah sebagai ruang belajar juga menjadi sarana untuk menanamkan nilai Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Salah satu nilai yang dikembangkan adalah cinta alam, yang diwujudkan melalui kebiasaan merawat tanaman, menjaga kebersihan lingkungan, dan memanfaatkan sumber daya yang tersedia secara bijak.

"Melalui kegiatan seperti ini, anak-anak tidak hanya belajar bagaimana menanam dan memanen. Mereka juga belajar mencintai lingkungan, bekerja sama, bertanggung jawab, dan memahami bahwa alam harus dirawat," demikian semangat yang dibangun dalam kegiatan kokurikuler tersebut.

Belajar Ekoteologi dari Lingkungan Madrasah

Kegiatan bercocok tanam di MTs Al-Ukhuwah juga dapat menjadi ruang penerapan ekoteologi, yaitu pendekatan yang menghubungkan kepedulian terhadap lingkungan dengan nilai-nilai keimanan.

 

Dalam perspektif Islam, manusia memiliki amanah untuk menjaga dan memakmurkan bumi. Karena itu, merawat tanaman dan lingkungan tidak hanya dipandang sebagai kegiatan fisik, tetapi juga sebagai bagian dari pembentukan kesadaran bahwa alam merupakan ciptaan Allah yang harus dijaga.

Melalui pengalaman langsung di lingkungan madrasah, siswa diajak memahami bahwa hubungan manusia dengan alam bukan sekadar hubungan pemanfaatan, tetapi juga hubungan tanggung jawab dan kasih sayang terhadap ciptaan Allah.

Nilai tersebut sejalan dengan semangat Kurikulum Berbasis Cinta yang dikembangkan MTs Al-Ukhuwah Batam, khususnya dalam membangun cinta kepada Allah dan Rasul-Nya, cinta ilmu, cinta diri dan sesama, cinta alam, serta cinta tanah air.

Dari Lahan Madrasah Menjadi Laboratorium Kehidupan

Panen kangkung menjadi contoh bagaimana lahan sederhana di lingkungan madrasah dapat dikembangkan menjadi laboratorium kehidupan. Siswa memperoleh pengalaman belajar yang dekat dengan kehidupan sehari-hari sekaligus mengembangkan keterampilan dan karakter.

Dalam prosesnya, peserta didik belajar tentang pertumbuhan tanaman, kebutuhan makhluk hidup, pemanfaatan lahan, kerja sama, kebersihan, hingga keberlanjutan lingkungan. Pembelajaran menjadi lebih bermakna karena siswa melihat secara langsung hubungan antara pengetahuan yang dipelajari dengan kehidupan nyata.

Program Madrasah Hijau ini juga diharapkan dapat membangun kebiasaan positif yang berkelanjutan. Siswa tidak hanya diajak memahami pentingnya menjaga lingkungan, tetapi juga membiasakan diri untuk menanam, merawat, memanfaatkan, dan menjaga lingkungan di sekitarnya.

Melalui kegiatan kokurikuler tersebut, MTs Al-Ukhuwah Batam menunjukkan bahwa pendidikan dapat dimulai dari hal sederhana. Dari sepetak lahan, tumbuh tanaman; dari tanaman tumbuh pengalaman belajar; dan dari pengalaman tersebut diharapkan tumbuh generasi yang memiliki ilmu, kepedulian, tanggung jawab, serta kecintaan terhadap alam sebagai bagian dari amanah kepada Allah SWT.

MTs Al-Ukhuwah Batam --- Madrasah Hijau, Kurikulum Berbasis Cinta, Menumbuhkan Generasi yang Mencintai Alam dan Menjaga Amanah Allah.

 

BAGIKAN :



Berikan Komentar

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin