BATAM --- MTs Al-Ukhuwah Batam terus
mengembangkan pembelajaran yang menghubungkan pengetahuan, karakter, dan
kepedulian terhadap lingkungan. Melalui program Madrasah Hijau, siswa mengikuti
kegiatan kokurikuler berupa panen kangkung yang ditanam dan dirawat dengan
memanfaatkan lahan di lingkungan madrasah, Jumat (25/9/2026).
Kegiatan yang dikoordinasikan oleh
Ustadz Supriadi, S.Ag. tersebut tidak hanya menjadi aktivitas bercocok tanam,
tetapi juga menjadi bagian dari upaya madrasah menghadirkan pembelajaran
kontekstual. Siswa belajar secara langsung melalui proses menanam, merawat,
mengamati pertumbuhan, hingga memanen tanaman.
Pemanfaatan lahan madrasah sebagai
ruang belajar juga menjadi sarana untuk menanamkan nilai Kurikulum Berbasis
Cinta (KBC). Salah satu nilai yang dikembangkan adalah cinta alam, yang
diwujudkan melalui kebiasaan merawat tanaman, menjaga kebersihan lingkungan,
dan memanfaatkan sumber daya yang tersedia secara bijak.
"Melalui kegiatan seperti ini,
anak-anak tidak hanya belajar bagaimana menanam dan memanen. Mereka juga
belajar mencintai lingkungan, bekerja sama, bertanggung jawab, dan memahami
bahwa alam harus dirawat," demikian semangat yang dibangun dalam kegiatan
kokurikuler tersebut.
Belajar Ekoteologi dari Lingkungan
Madrasah
Kegiatan bercocok tanam di MTs
Al-Ukhuwah juga dapat menjadi ruang penerapan ekoteologi, yaitu pendekatan yang
menghubungkan kepedulian terhadap lingkungan dengan nilai-nilai keimanan.
Dalam perspektif Islam, manusia
memiliki amanah untuk menjaga dan memakmurkan bumi. Karena itu, merawat tanaman
dan lingkungan tidak hanya dipandang sebagai kegiatan fisik, tetapi juga
sebagai bagian dari pembentukan kesadaran bahwa alam merupakan ciptaan Allah
yang harus dijaga.
Melalui pengalaman langsung di
lingkungan madrasah, siswa diajak memahami bahwa hubungan manusia dengan alam
bukan sekadar hubungan pemanfaatan, tetapi juga hubungan tanggung jawab dan
kasih sayang terhadap ciptaan Allah.
Nilai tersebut sejalan dengan
semangat Kurikulum Berbasis Cinta yang dikembangkan MTs Al-Ukhuwah Batam,
khususnya dalam membangun cinta kepada Allah dan Rasul-Nya, cinta ilmu, cinta
diri dan sesama, cinta alam, serta cinta tanah air.
Dari Lahan Madrasah Menjadi
Laboratorium Kehidupan
Panen kangkung menjadi contoh
bagaimana lahan sederhana di lingkungan madrasah dapat dikembangkan menjadi
laboratorium kehidupan. Siswa memperoleh pengalaman belajar yang dekat dengan
kehidupan sehari-hari sekaligus mengembangkan keterampilan dan karakter.
Dalam prosesnya, peserta didik
belajar tentang pertumbuhan tanaman, kebutuhan makhluk hidup, pemanfaatan
lahan, kerja sama, kebersihan, hingga keberlanjutan lingkungan. Pembelajaran
menjadi lebih bermakna karena siswa melihat secara langsung hubungan antara
pengetahuan yang dipelajari dengan kehidupan nyata.
Program Madrasah Hijau ini juga
diharapkan dapat membangun kebiasaan positif yang berkelanjutan. Siswa tidak
hanya diajak memahami pentingnya menjaga lingkungan, tetapi juga membiasakan
diri untuk menanam, merawat, memanfaatkan, dan menjaga lingkungan di
sekitarnya.
Melalui kegiatan kokurikuler
tersebut, MTs Al-Ukhuwah Batam menunjukkan bahwa pendidikan dapat dimulai dari
hal sederhana. Dari sepetak lahan, tumbuh tanaman; dari tanaman tumbuh
pengalaman belajar; dan dari pengalaman tersebut diharapkan tumbuh generasi
yang memiliki ilmu, kepedulian, tanggung jawab, serta kecintaan terhadap alam
sebagai bagian dari amanah kepada Allah SWT.
MTs Al-Ukhuwah Batam --- Madrasah
Hijau, Kurikulum Berbasis Cinta, Menumbuhkan Generasi yang Mencintai Alam dan
Menjaga Amanah Allah.